Rabu, 11 November 2009

street performance ato racing performance?


Kita mungkin kurang puas dengan tunggangan yang sering kita pakai untuk pergi ke sekolah atau ngantor, tidak hanya pada tampilan saja tapi juga di performa mesin motor itu sendiri. Untuk itu kebanyakan biker menaikan kapasitas mesin, hasilnya memang sangat terasa apalagi jika setingan yang digunakan sesuai dengan karakter motor.

Tapi tentu saja dengan biaya yang tidak sedikit, selain itu untuk membore up mesin butuh keahlian kusus, tidak hanya main gede’in ruang bakar. Nah kalau pengen performa motor meningkat dengan instan dan murah, bisa ganti CDI sama KOIL racing dari produk aftermarket, seperti yang saat ini lagi booming yaitu merk REXTOR dan BRT, jenis CDInya juga banyak dari yang hanya tanpa limiter, remotable, sampai yang programable! Untuk yang programable, kita bisa menseting kurva pengapian sesuai dengan trek yang akan dilalui! Tinggal colokin aja tuh CDI ke laptop! Ato mau yang murah meriah? Cari saja CDI Shogun 110 generasi pertama, atau biasa disebut shogun kebo, cdi ini sudah tanpa limiter, tak tanggung-tanggung suzuki bekerjasama dengan merk Shindengan yang asli tulen dari Jepang. Untuk mencarinya bisa cari di pasar loak.

Nah kalau buat harian, bore up atau ganti CDI sama KOIL? cukup mengganti CDI sama KOIL, karena itu akan lebih efisien daripada melakukan bore up atau stroke up. Performanya juga akan cukup terasa, apalagi saat akselerasi dan top speed, ditambah lagi karena api dari KOIL sangat besar pembakaran menjadi lebih sempurna. Dengan tidak adanya limiter, menjadikan mesin motor bebas meraih RPM atas. Karena sebetulnya, motor-motor keluaran sekarang kebanyakan RPMnya dibatasi oleh CDI bawaan motor, akibatnya top speed jadi loyo. Pembatasan RPM mesin dimaksudkan untuk keefisienan bahan bakar, karena sekarang pabrikan sepeda motor berlomba-lomba membuat motor irit.

Proses pemasanganya juga mudah! Baik memasang CDI atau KOIL, untuk CDI biasanya di dada depan motor atau samping bodi. Untuk KOIL di tempat biasanya yaitu kolong mesin.

Coba kalau bore up/stroke up mesin, tenaga mesin akan sangat liar! Itu kalau kondisi jalan mulus, kalau nggak? Boros bensin pastinya! Emangnya mau kemana neng? sekolah ato mo balap liar? Perbedaan harganya juga sangat jauh! Kalau membore up mesin, biayanya bisa jutaan! Tapi kalau modif street performance cukup 400-600 ribu! Punya dana lebih? Lengserkan aja camshaft standart! Di jamin! Motor bakal ngacir abiz!!! Buat yang suka kecepatan, saya berharap bisa menunjukan skillnya di even resmi yang terjamin safety-nya. Karena demi keamanan bersama bro! Tunjukan kalau bikers tidak selalu anarkis! Juga tidak henti-hentinya saya ingatkan, Selalu safety riding! N maju terus racer kota angin!

Jumat, 30 Oktober 2009

Murah dengan cutting sticker


Kali ini saya akan memberikan tips modifikasi murah meriah buat modilover pemula, khususnya buat kantong anak SMA. Kebanyakan modilover pemula selalu main tempel aseso-aseso buat motor, tanpa disadari membuat motor jadi ga’ tambah keren malah norak! Karena tidak cocok dengan tema modifikasi yang dianut jadi tabrakan deh? Misalnya kita menginginkan aliran modifikasi street racing, tapi karena semangat modifikasi yang terlalu menggebu-gebu, motor di kasih aseso multi karbu, jelas kagak nyambung dengan aliranya! Nah buat ngedonkrak tampilan secara instan tapi hasil kelihatan, bisa bermain dengan repaint warna atau grafis di bodi, terlalu mahal? Ada solusinya! Yaitu dengan memakai cutting sticker, untuk dasaranya tak usah risau cukup comot aja sticker bawaan motor, otomatis sekarang motor jadi bersih tanpa sticker. Ato kalau sayang melepas sticker bawaan motor, bisa main blog sticker di bodi motor sesuai dengan warna bodi bawaan motor. Perlu di ketehui, cutting sticker berbeda dengan sticker biasa, cutting sticker terdiri dari berbagai sticker berwarna, jadi setiap warna diwakili sticker yang berbeda pula. Contohnya jika kita ingin tulisan RIDE IT warna merah dan putih, berarti sticker putih sebagai dasaran ditumpuk lagi dengan sticker warna merah yang sepola membentuk tulisan RIDE IT. Keunggulan dari memakai sticker ini yaitu warnanya tidak gampang luntur di tambah dengan warna yang kalau tersorot cahaya seperti menyala, enaknya lagi kita bisa memesan sticker sesuai keinginan, tinggal di sesuaikan dengan aliran modifikasi yang dianut dan budget yang kita punya.
Tidak hanya itu keunggulan lainya yaitu cutting sticker bisa di ganti kalau bosan. Gimana? Asik kan! Perbedaan harganya sangat jauh dari airbrush! Misalnya kita merepaint motor dengan cat dasar, perkiraan biayanya sekitar 500.000ribu! itu belum di tambah dengan airbrush grafis, total biayanya sekitar 700.000!!! bandingkan dengan cutting sticker full body paling-paling Cuma habis 200.000-300.000 tergantung dengan motif yang dipilih, selisihnya lebih dari du kali lipatnya!! Tertarik? Jangan kuatir buat bikers kota angin hub aja di no 081357017837. Oke! Kalau udah tmpilan motor ganti, berani dunk kongkow bareng temen2 di 45, sekalian cari cewek gitu.............. hehehe...........(maklum, penulisnya jomblowan........). nah tadi ulasan tentang cutting sticker. Masih banyak tips2 dan info2 yang akan saya berikan. Tetap safety ridding n, maju terus modilover wind city!!!!!!!!!!!!1

Selasa, 27 Oktober 2009

superstroke arm! aman ga' sih?


Yah....... inilah tulisan pertama di blog ku, mungkin ada kesalahan sedikit mohon maklum, cz baru pemula bro! oke kembali ke judul, saya menulis ini buat para ceperis di kota angin. ini karena saya peduli ma sefety riding, mungkin kalau cma motor ceper okelah tapi klu uadah superstroke trus di buat harian? ampun dah! Sekedar informasi superstroke adalah salah satu aliran dari modifikasi ceper yaitu dengan mengurangi ground clearence motor di tambah dengan memajukan sumbu roda, otomatis tanki motor bisa amblas. selain bahaya juga nggak nyaman, apa lagi kalau udah majuin engine mounting, malah ga' bisa buat bonceng cewek bro!
betul?